Rabu, 02 September 2009

Satelit Palapa D, dan curcol saya :D


Tiba-tiba saja ingin rasanya saya menulis tentang satelit lagi setelah sebelumnya terpaksa menulis untuk Tugas Akhir tentang Satelit Palapa C2.
Kemarin, 31 agustus 2009, Satelit Palapa D milik PT Indosat Tbk (Indosat) berhasil diluncurkan pada pukul 16:28 WIB dari tempat peluncuran satelit di Xichang, China.
Saya sendiri tahu berita peluncuran satelit Palapa D ini dari detik.com dan kompas.com. Mungkin karena pemberitaan di tv juga kurang
maka saya baru tahu berita ini ketika hari H peluncuran.Sampai sekarang (hari ini) setiap mendengar kata-kata Satelit, apalagi Palapa, saya langsung merasa terpanggil untuk mencari tau apa yang sedang atau akan dibahas. Secara ya,,saya sempat kerja praktek dan kemudian dilajutkan menyelesaikan Tugas Akhir di Stasiun Pengendali Satelit Palapa C2 di Daan Mogot.
Sejak kerja praktek di Stasiun Pengendali Palapa C2, timbul cita-cita untuk bergabung dengan Indosat dan berkutat dengan masalah satelit Palapa, apalagi ditambah dengan pengerjaan tugas akhir di tempat yang sama, makin menjadilah keinginan saya untuk bergabung dengan Indosat.
Lulus dari kuliah jurusan Teknik Telekomunikasi dan berbekal sedikit pengetahuan tentang satelit memberikan saya harapan untuk bisa bergabung dengan perusahaan penyedia layanan satelit, terutama Indosat. Selain masalah ketertarikan, motivasi saya untuk bergabung dengan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi satelit yaitu "Saya ingin mengembangkan dan menambah pengetahuan serta kemampuan saya di bidang telekomunikasi satelit". Singkat cerita sekarang saya masih belum bisa mewujudkan salah satu cita-cita saya tersebut :(
Menurut informasi yang saya baca, berbeda dengan Satelit Palapa C2 yang diproduksi oleh Boeing, Satelit Palapa-D diproduksi oleh Thales Alenia Space France (TAS-F) yang ditunjuk oleh Indosat sebagai mitra pengadaan. Dengan menggunakan platform Thales Alenia Space Spacebus 4000B3, Satelit Palapa-D digaransi akan beroperasi selama 15 tahun.
Kapasitas satelit ini juga lebih besar dibandingkan Palapa C2, yaitu 40 transponder yang terdiri dari 24 standar C-band, 11 extended C-Band serta 5 Ku-band, dengan jangkauan mencakup Indonesia, negara-negara ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Australia. Saat diluncurkan satelit Palapa D memiliki berat 4100 kg dan tenaga payload sebesar 6 Kw.


Berikut adalah spesifikasi Satelit Palapa D:
• Orbital Slot:
113 East (Replacement of Palapa C2)
• Space Craft Model:
Thales Alenia SpaceBus 400 ( France )
• Capacity:
24 Standard C-Band:
- U/L : 5.9 GHz- 6.4 GHz
- D/L : 3.7 GHz-4.2 GHz
• 11 Extended C-Band Transponders
- U/L: 6.4 GHz-6.7 GHz
- D/L: 3.4 GHz-3.7 GHz
• Life time:
15 years guarenteed lifetime
17.5 years orbital manuver lifetime
Satelit Palapa D akan mengganti satelit Palapa C2 yang akan habis masa operasinya pada 2011. Satelit yang perencanaannya dimulai sejak tahun 2004 ini akan beroperasi dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.
Indosat akan menjadikan satelit Palapa-D ini untuk layanan broadcasting dan cellular backhaul sebagai basic service, VSAT service, DigiBouquet dan Telecast Service sebagai nilai tambah yang semuanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan korporasi dalam komunikasi data dan broadcasting.
Stasiun Pengendali Satelit Palapa D akan bertempat di Jatiluhur, berbeda dengan Palapa C2 di Daan Mogot.
Menurut komisaris Indosat, Satelit Palapa-D ini bukan lagi milik koorporasi, tetapi milik nasional.
Semoga dengan peluncuran Satelit Palapa D ini akan membawa kemajuan bagi telekomunikasi Indonesia secara merata.
Maju terus INDONESIA!!!

1 komentar: